HTML (HyperText Markup Language) adalah bahasa markup standar yang digunakan untuk membuat dan menyusun halaman web. HTML bukan bahasa pemrograman, melainkan bahasa penanda (markup language) yang digunakan untuk menyusun struktur konten seperti teks, gambar, tautan, tabel, formulir, dan elemen lainnya di halaman web.
Pembuatan Logo
10%
Pengeditan Foto untuk website
30%
Pemrograman Website
80%
Design Website
90%
Integrasi Database
100%
Menyusun struktur dasar halaman web.
Menandai bagian-bagian konten (judul, paragraf, gambar, tautan, dll).
Bekerja sama dengan CSS (untuk tampilan) dan JavaScript (untuk interaktivitas).
Menjadi dasar dari semua halaman web di internet.
Ditulis menggunakan tag (penanda) yang diawali dan diakhiri, seperti <p>...</p>.
Dapat digabungkan dengan CSS dan JavaScript.
Bersifat statik (tidak memiliki logika seperti perulangan atau pengkondisian tanpa bantuan bahasa lain).
CSS โ untuk mempercantik tampilan halaman (warna, layout, font).
JavaScript โ untuk membuat halaman lebih interaktif (validasi form, efek dinamis).
Framework HTML seperti Bootstrap โ untuk desain responsif dan cepat.
Fungsi: Memilih, memindahkan, memperbesar, memperkecil, dan memutar objek.
Shortcut: Spacebar atau F10
Catatan: Tool utama dalam pengeditan.
Fungsi: Mengedit bentuk objek seperti mengubah node pada kurva atau sudut kotak.
Shortcut: F10
Fungsi: Memutar, memiringkan, mengubah ukuran, dan memantulkan objek.
Fungsi: Memotong sebagian gambar atau objek.
Fungsi: Memperbesar atau memperkecil tampilan area kerja.
Shortcut: Z
Fungsi: Menggeser tampilan halaman kerja tanpa mengubah posisi objek.
Fungsi: Membuat bentuk persegi atau persegi panjang.
Shortcut: F6
Fungsi: Membuat lingkaran atau oval.
Shortcut: F7
Fungsi: Membuat bentuk segi banyak (polygon), bintang, spiral, dll.
Fungsi: Menggambar garis bebas, garis lurus, dan kurva tangan bebas.
Fungsi: Menggambar garis dengan titik kontrol secara presisi.
Fungsi: Membuat dan mengedit teks artistik atau paragraf.
Shortcut: F8
Fungsi: Menggabungkan dua objek dengan gradasi bentuk dan warna.
Fungsi: Memberi warna gradasi, pola, atau tekstur pada objek.
Fungsi: Mengambil dan menerapkan warna atau properti dari satu objek ke objek lain.
Fungsi: Memberikan efek bayangan (shadow) ke objek secara interaktif.
Fungsi: Memberikan efek transparansi ke objek.
Fungsi: Mengisi area tertutup dari gabungan garis menjadi objek berwarna.
Fungsi: Mengatur ketebalan, warna, dan jenis garis tepi objek.
Fungsi: Memberikan warna solid, gradasi, atau pola ke dalam objek.
Fungsi: Memotong objek menjadi dua bagian.
Fungsi: Menampilkan ukuran panjang atau lebar objek (khusus teknis).
Materi 1
| Ikon | Nama Tool | Kegunaan |
|---|---|---|
| ๐ฑ๏ธ | Move Tool (V) | Memindahkan objek/layer. |
| ๐ฒ | Marquee Tool (M) | Membuat seleksi berbentuk persegi, elips, baris/kolom. |
| ๐ง | Lasso Tool (L) | Membuat seleksi bebas, poligon, atau magnetic. |
| ๐ช | Quick Selection / Magic Wand (W) | Seleksi otomatis berdasarkan warna/area serupa. |
| โ๏ธ | Crop Tool (C) | Memotong gambar. |
| ๐ | Slice Tool (K) | Membagi gambar untuk web. |
| ๐ฏ | Healing Brush / Spot Healing (J) | Menghilangkan noda, bercak, atau cacat pada gambar. |
| ๐จ | Patch Tool | Memperbaiki area gambar dengan menyalin tekstur dari area lain. |
| ๐๏ธ | Brush Tool (B) | Melukis dengan kuas. |
| โ๏ธ | Pencil Tool | Menggambar garis keras (tanpa halus). |
| ๐ซ๏ธ | Clone Stamp Tool (S) | Menyalin area gambar ke area lain. |
| ๐ | Pattern Stamp Tool | Menggambar dengan pola yang sudah ditentukan. |
| ๐งฝ | History Brush Tool (Y) | Mengembalikan bagian gambar ke keadaan sebelumnya. |
| ๐ผ๏ธ | Art History Brush | Menggambar dengan gaya artistik dari history. |
| ๐ฉธ | Eraser Tool (E) | Menghapus bagian gambar/layer. |
| โจ | Magic Eraser Tool | Menghapus warna serupa secara otomatis. |
| ๐งฏ | Gradient Tool (G) | Memberi gradasi warna. |
| ๐จ | Paint Bucket Tool | Mengisi area dengan warna solid. |
| ๐งฒ | Blur / Sharpen / Smudge Tools | Blur = mengaburkan, Sharpen = mempertajam, Smudge = mencoreng. |
| ๐ก | Dodge Tool (O) | Mencerahkan area gambar. |
| โซ | Burn Tool | Menggelapkan area gambar. |
| ๐ญ | Sponge Tool | Mengubah saturasi warna (meningkatkan/menurunkan). |
| ๐ | Type Tool (T) | Menambahkan teks (horizontal/vertikal). |
| ๐๏ธ | Pen Tool (P) | Membuat jalur (path) vektor. |
| ๐ | Path Selection Tool (A) | Memilih dan mengedit path. |
| ๐ฆ | Rectangle / Shape Tools (U) | Membuat bentuk vektor (persegi, lingkaran, poligon, custom shape). |
| ๐ผ๏ธ | Hand Tool (H) | Menggeser tampilan area kerja. |
| ๐ | Zoom Tool (Z) | Membesarkan atau mengecilkan tampilan gambar. |
| ๐จ | Foreground/Background Color | Mengatur warna depan dan belakang. |
| ๐ | Switch Colors | Menukar warna foreground dan background. |
| โ | Quick Mask Mode (Q) | Membuat seleksi dengan mode mask. |
| ๐ | Screen Mode | Mengubah tampilan layar (normal, fullscreen, dsb). |
Tag Dasar Dokumen:
<!DOCTYPE html>: Mendeklarasikan tipe dokumen HTML5. Harus berada di baris pertama dokumen.
<html>: Elemen akar yang membungkus seluruh konten HTML.
<head>: Berisi metadata tentang dokumen HTML, seperti judul, style, dan link ke stylesheet eksternal. Tidak ditampilkan langsung di halaman web.
<title>: Menentukan judul dokumen yang ditampilkan di tab browser. Penting untuk SEO.
<body>: Berisi konten utama dokumen HTML yang ditampilkan di browser.
Tag Metadata:
<meta>: Menyediakan metadata tentang dokumen HTML, seperti charset, deskripsi, dan keyword. Penting untuk SEO dan informasi browser. Contoh: <meta charset="UTF-8">, <meta name="description" content="Deskripsi halaman">
<base>: Menentukan URL dasar untuk semua URL relatif dalam dokumen. Berguna jika semua link internal berada dalam direktori yang sama.
<link>: Menghubungkan ke sumber daya eksternal, seperti stylesheet CSS (<link rel="stylesheet" href="style.css">) atau favicon (<link rel="icon" href="favicon.ico">).
<style>: Menyisipkan style CSS inline di dalam dokumen HTML.
Tag Formatting Teks:
<h1> sampai <h6>: Mendefinisikan heading (judul) dari level 1 sampai 6. <h1> adalah heading terpenting.
<p>: Mendefinisikan paragraf.
<br>: Memasukkan baris baru (line break).
<hr>: Membuat garis horizontal.
<a>: Membuat hyperlink (tautan). Atribut href menentukan tujuan tautan. Contoh: <a href="https://www.google.com">Google</a>
<em>: Menekankan teks (biasanya ditampilkan miring).
<strong>: Menandai teks sebagai penting (biasanya ditampilkan tebal).
<b>: Membuat teks tebal (sebaiknya gunakan <strong> untuk semantik yang lebih baik).
<i>: Membuat teks miring (sebaiknya gunakan <em> untuk semantik yang lebih baik).
<u>: Memberikan garis bawah pada teks (sebaiknya gunakan CSS untuk styling).
<mark>: Menandai teks yang disorot.
<small>: Membuat teks berukuran kecil.
<del>: Mendefinisikan teks yang dihapus.
<ins>: Mendefinisikan teks yang disisipkan.
<sub>: Mendefinisikan teks subscript (misalnya HโO).
<sup>: Mendefinisikan teks superscript (misalnya xยฒ).
<abbr>: Mendefinisikan singkatan. Atribut title memberikan kepanjangan singkatan.
<address>: Mendefinisikan informasi kontak.
<blockquote>: Mendefinisikan kutipan panjang.
<cite>: Mendefinisikan judul karya yang dikutip.
<code>: Mendefinisikan potongan kode komputer.
<pre>: Mendefinisikan teks yang diformat sebelumnya (mempertahankan spasi dan baris baru).
<kbd>: Mendefinisikan input keyboard.
<samp>: Mendefinisikan contoh output dari program komputer.
<var>: Mendefinisikan variabel.
Tag List (Daftar):
<ul>: Membuat unordered list (daftar tanpa urutan).
<ol>: Membuat ordered list (daftar dengan urutan).
<li>: Mendefinisikan item dalam list.
<dl>: Membuat description list (daftar deskripsi).
<dt>: Mendefinisikan term (istilah) dalam description list.
<dd>: Mendefinisikan deskripsi dari term dalam description list.
Tag Tabel:
<table>: Membuat tabel.
<caption>: Memberikan judul pada tabel.
<tr>: Mendefinisikan baris dalam tabel.
<th>: Mendefinisikan header cell dalam tabel.
<td>: Mendefinisikan data cell dalam tabel.
<thead>: Mengelompokkan header content dalam tabel.
<tbody>: Mengelompokkan body content dalam tabel.
<tfoot>: Mengelompokkan footer content dalam tabel.
<col>: Menentukan properti kolom untuk setiap kolom dalam elemen <colgroup>.
<colgroup>: Menentukan kelompok dari satu atau lebih kolom dalam sebuah tabel untuk diformat.
Tag Form:
<form>: Membuat form untuk input pengguna.
<input>: Membuat kontrol input (text, password, checkbox, radio, dll). Atribut type menentukan jenis input.
<textarea>: Membuat area input teks multiline.
<button>: Membuat tombol.
<select>: Membuat dropdown list.
<option>: Mendefinisikan opsi dalam dropdown list.
<label>: Memberikan label pada elemen form.
<fieldset>: Mengelompokkan elemen form.
<legend>: Memberikan judul pada fieldset.
<datalist>: Menentukan daftar pilihan yang telah ditetapkan untuk kontrol input.
<output>: Menampilkan hasil perhitungan.
Tag Media:
<img>: Menyisipkan gambar. Atribut src menentukan sumber gambar.
<audio>: Menyisipkan audio.
<video>: Menyisipkan video.
<source>: Menentukan sumber media untuk <video> dan <audio>.
<track>: Menambahkan teks trek (subtitel) untuk media.
<canvas>: Membuat area untuk menggambar grafik menggunakan script.
<svg>: Menyisipkan grafik vektor SVG.
Tag Embedded Content:
<iframe>: Menyisipkan inline frame (iframe).
<object>: Menyisipkan objek eksternal.
<embed>: Menyisipkan konten eksternal, seperti plugin.
Tag Semantic:
<article>: Mendefinisikan artikel.
<aside>: Mendefinisikan konten samping.
<details>: Membuat widget interaktif yang dapat dibuka/ditutup.
<summary>: Memberikan ringkasan untuk <details>.
<nav>: Mendefinisikan navigasi.
<header>: Mendefinisikan header untuk dokumen atau section.
<footer>: Mendefinisikan footer untuk dokumen atau section.
<section>: Mendefinisikan section dalam dokumen.
<time>: Mendefinisikan tanggal dan/atau waktu.
Tag Lainnya:
<div>: Membuat division atau section dalam dokumen.
<span>: Membuat inline container untuk styling.
<noscript>: Menyediakan konten alternatif jika script tidak didukung.
<script>: Menyisipkan client-side script (biasanya JavaScript).
<center>: Tag ini digunakan untuk memposisikan teks atau elemen HTML di tengah halaman secara horizontal.
<font>: Tag ini digunakan untuk mengatur jenis huruf (font), ukuran, dan warna teks.
<u>: Tag ini digunakan untuk memberikan garis bawah pada teks.
<applet>: Tag ini digunakan untuk menyisipkan applet Java ke dalam halaman web.
<frame> dan <frameset>: Tag-tag ini digunakan untuk membagi jendela browser menjadi beberapa bagian (frame), yang masing-masing dapat menampilkan dokumen HTML yang berbeda.
CSS (Cascading Style Sheets) adalah bahasa pemrograman yang digunakan untuk mendeskripsikan presentasi dokumen yang ditulis dalam bahasa markup seperti HTML. CSS berfungsi sebagai pelapis estetika untuk situs web, memberikan kontrol atas tata letak, warna, font, dan elemen visual lainnya.
CSS memiliki beberapa fungsi utama, antara lain:
Pemisahan Konten dan Presentasi: CSS memungkinkan pemisahan antara konten situs web (HTML) dan desainnya (CSS). Hal ini memudahkan perubahan desain tanpa harus mengubah konten situs web.
Konsistensi: CSS memastikan konsistensi desain di seluruh situs web, karena gaya dapat diterapkan ke beberapa halaman sekaligus.
Responsif: CSS memungkinkan situs web menyesuaikan tampilannya dengan berbagai perangkat, seperti komputer desktop, tablet, dan smartphone.
Aksesibilitas: CSS dapat digunakan untuk membuat situs web lebih mudah diakses oleh pengguna dengan disabilitas.
CSS bekerja dengan menerapkan aturan gaya ke elemen HTML. Aturan gaya ini terdiri dari pemilih (selector) dan deklarasi (declaration). Pemilih mengidentifikasi elemen HTML yang akan diberi gaya, sedangkan deklarasi menentukan gaya yang akan diterapkan.
Terdapat tiga cara untuk menerapkan CSS di HTML:
Inline CSS: Gaya diterapkan langsung ke elemen HTML menggunakan atribut style.
Internal CSS: Gaya didefinisikan dalam bagian <head> dokumen HTML menggunakan tag <style>.
External CSS: Gaya didefinisikan dalam file CSS terpisah dan ditautkan ke dokumen HTML menggunakan tag <link>.
Berikut adalah daftar lengkap elemen pembentuk script CSS, mulai dari struktur dasar hingga fitur lanjutannya:
Ini adalah elemen paling mendasar dalam penulisan CSS.
| Elemen | Fungsi | Contoh Penulisan |
| Selector | Menentukan elemen HTML mana yang akan diberi gaya. | h1 { ... } |
| Property | Aspek yang ingin diubah (warna, ukuran, dll). | { color: ... } |
| Value | Nilai yang diberikan kepada properti tersebut. | { color: red; } |
| Declaration | Gabungan satu properti dan satu nilai. | font-size: 12px; |
| Declaration Block | Kumpulan deklarasi di dalam kurung kurawal { }. | { color: blue; margin: 0; } |
Cara kamu "memanggil" elemen di HTML sangat bervariasi.
Universal Selector (*): Memilih semua elemen tanpa terkecuali.
Contoh: * { margin: 0; }
Element Selector: Berdasarkan nama tag.
Contoh: p { line-height: 1.5; }
Class Selector (.): Berdasarkan atribut class. Bisa dipakai berulang kali.
Contoh: .tombol-biru { background: blue; }
ID Selector (#): Berdasarkan atribut id. Hanya boleh satu per halaman.
Contoh: #header-utama { height: 80px; }
Attribute Selector: Memilih elemen berdasarkan atribut tertentu.
Contoh: input[type="text"] { border: 1px solid grey; }
Memahami bagaimana elemen dibungkus adalah kunci tata letak.
Content: Isi teks atau gambar.
Padding: Ruang antara konten dan garis tepi (dalam).
Contoh: padding: 10px 20px; (Atas-bawah 10px, kiri-kanan 20px).
Border: Garis tepi elemen.
Contoh: border: 2px solid black;
Margin: Ruang di luar garis tepi (jarak antar elemen).
Contoh: margin-top: 50px;
Digunakan untuk memberikan gaya pada "keadaan khusus" elemen.
:hover: Saat kursor berada di atas elemen.
Contoh: a:hover { color: orange; }
:nth-child(): Memilih elemen berdasarkan urutan (misal baris ganjil/genap tabel).
Contoh: tr:nth-child(even) { background: #eee; }
::before / ::after: Menyisipkan konten melalui CSS sebelum/sesudah elemen.
Contoh: p::before { content: "๐ก "; }
Digunakan untuk menyimpan nilai yang akan dipakai berulang kali agar mudah diedit.
Fungsi: Menghindari pengulangan kode warna atau ukuran yang sama.
Contoh Penulisan:
:root {
--warna-utama: #ff5733;
}
button {
background-color: var(--warna-utama);
}
Elemen yang membuat website kamu menyesuaikan diri dengan ukuran layar.
Fungsi: Mengubah gaya khusus untuk HP, tablet, atau desktop.
Contoh Penulisan:
/* Hanya berlaku jika lebar layar maksimal 600px (HP) */
@media screen and (max-width: 600px) {
body {
font-size: 14px;
}
}
Elemen untuk membuat gerakan pada halaman.
Fungsi: Mendefinisikan tahapan perubahan gaya dari awal ke akhir.
Contoh Penulisan:
@keyframes muncul {
from { opacity: 0; }
to { opacity: 1; }
}
.foto {
animation: muncul 2s ease-in;
}
@import: Mengambil file CSS lain atau font dari internet.
Contoh: @import url('/g/fonts/...');
@font-face: Mengunggah file font milik sendiri ke website.
Dalam dunia HTML, <div> (singkatan dari division atau bagian) adalah elemen yang sangat krusial. Bayangkan <div> sebagai sebuah kotak kosong atau kontainer yang digunakan untuk mengelompokkan elemen-elemen lain agar bisa diatur sebagai satu kesatuan.
Berikut adalah fungsi-fungsi utamanya:
Fungsi paling dasar adalah membungkus berbagai elemen (seperti teks, gambar, dan tombol) ke dalam satu grup. Tanpa <div>, elemen-elemen di halaman web akan berantakan dan sulit dikelola.
<div> adalah blok bangunan utama untuk membuat struktur website. Dengan bantuan CSS, kamu bisa mengatur kotak <div> ini untuk berada di kiri, kanan, tengah, atau saling bertumpuk.
Contoh: Membuat div untuk header, div untuk sidebar, dan div untuk footer.
Daripada memberikan warna satu per satu ke setiap paragraf, kamu bisa membungkus semua paragraf tersebut ke dalam satu <div>, lalu memberikan warna pada div tersebut. Cukup satu baris kode di CSS, semua isi di dalamnya akan mengikuti.
Jika kamu ingin membuat fitur interaktif (seperti memunculkan pesan saat tombol diklik), JavaScript biasanya akan mencari tag <div> tertentu berdasarkan ID atau Class-nya untuk mengubah isi di dalamnya secara dinamis.
<div>:Block-level Element: Secara otomatis, <div> akan mengambil lebar penuh (100%) dari layar dan memulai baris baru. Artinya, jika kamu menaruh dua <div> berturut-turut, kotak kedua akan muncul di bawah kotak pertama, bukan di sampingnya (kecuali kamu mengubahnya dengan CSS Flexbox/Grid).
Generic: <div> tidak memiliki arti atau gaya bawaan. Ia murni hanya sebuah kotak transparan sampai kamu memberinya warna, ukuran, atau posisi melalui CSS.
Meskipun <div> bisa melakukan segalanya, di era web modern (HTML5), disarankan menggunakan tag yang lebih bermakna jika fungsinya sudah jelas, seperti:
<header> daripada <div class="header">
<footer> daripada <div class="footer">
<nav> untuk menu navigasi.
Script HTML :
<!DOCTYPE html>
<html>
<head>
<title>Belajar HTML</title>
<link rel="stylesheet" type="text/css" href="style.css">
</head>
<body>
<div class="main-container">
<div class="header-section">
<img src="./Header/Komodo_Header.jpg" alt="Header Komodo" />
</div>
<div class="content-wrapper">
<div class="menu-section">
<h2>Menu</h2>
Maps<br>
Contact Us<br>
<a href="./Hal2.php" class="menu-link">Fasilitas</a>
</div>
<div class="image-section">
<img src="./Header/pesan_tiket.png" class="content-image" alt="Pesan Tiket" />
</div>
</div>
<div class="footer-section">
Copyright: SMA PGRI 1 KOTA BOGOR
</div>
</div>
</body>
</html>
Script CSS :
/* --- Pengaturan Halaman Utama --- */
body {
background-image: url("./Header/bg_komodo.jpg");
background-repeat: no-repeat;
background-attachment: fixed;
background-size: cover;
margin: 0;
padding: 0;
/* Menengahkan seluruh kontainer di layar */
display: flex;
justify-content: center;
}
/* --- Container Utama (1200px Center) --- */
.main-container {
width: 1200px;
display: flex;
flex-direction: column;
}
/* --- Header --- */
.header-section img {
width: 100%;
display: block;
}
/* --- Layout Kolom (Menu & Tiket) --- */
.content-wrapper {
display: flex;
flex-direction: row; /* Berjejer ke samping */
justify-content: space-between; /* Menu mentok kiri, Tiket mentok kanan */
align-items: flex-start;
padding: 20px 0;
}
/* --- Sisi Kiri: Menu --- */
.menu-section {
font-family: "cursive", sans-serif;
font-size: 24px;
color: white;
text-align: left; /* Teks menu rata kiri */
}
.menu-link {
color: inherit;
text-decoration: none;
}
/* --- Sisi Kanan: Tiket --- */
.image-section {
width: 500px;
text-align: right; /* Memastikan image menempel ke kanan */
}
.content-image {
width: 500px;
height: 200px;
display: inline-block;
}
/* --- Footer --- */
.footer-section {
text-align: center;
font-size: 14px;
color: yellow;
padding: 30px 0;
}
/* --- Utility Class --- */
.text-center { text-align: center; }
.img-facility { width: 500px; height: 400px; }
Kegunaan Tiap Baris CSS :
Bagian ini mengatur seluruh tampilan halaman web.
background-image: url(...): Mengambil gambar dari folder untuk dijadikan latar belakang.
background-repeat: no-repeat: Agar gambar latar tidak muncul berulang-ulang (duplikat) jika layar besar.
background-attachment: fixed: Membuat latar belakang tetap diam saat halaman di-scroll (efek statis).
background-size: cover: Memaksa gambar menutupi seluruh area layar tanpa terpotong secara aneh.
margin: 0; padding: 0;: Menghapus jarak bawaan browser agar konten benar-benar menempel ke pinggir layar.
display: flex: Mengaktifkan mode Flexbox pada body.
justify-content: center: Menaruh seluruh isi website (kontainer utama) tepat di tengah-tengah layar secara horizontal.
Ini adalah "kotak besar" yang membungkus semua kontenmu.
width: 1200px: Membatasi lebar website agar tidak melebar memenuhi layar monitor yang sangat besar.
display: flex: Mengatur elemen di dalamnya (Header, Content, Footer) menggunakan Flexbox.
flex-direction: column: Mengatur agar Header, Content, dan Footer disusun berurutan ke bawah.
width: 100%: Membuat gambar header memenuhi seluruh lebar kontainer (1200px).
display: block: Menghilangkan celah kosong kecil yang biasanya muncul di bawah gambar.
Di sinilah pengaturan agar menu di kiri dan gambar di kanan terjadi.
display: flex: Membuat area konten menjadi fleksibel.
flex-direction: row: Mengatur agar isinya disusun berdampingan (ke samping).
justify-content: space-between: Memberikan ruang otomatis di tengah sehingga Menu terdorong ke paling kiri dan Tiket ke paling kanan.
align-items: flex-start: Memastikan menu dan gambar sejajar mulai dari bagian atas.
padding: 20px 0: Memberi jarak 20px di atas dan bawah konten agar tidak menempel ke header/footer.
font-family: "cursive": Mengubah jenis tulisan menjadi gaya tulisan tangan/kursif.
font-size: 24px: Mengatur besar huruf menu.
color: white: Mengubah warna tulisan menjadi putih.
color: inherit: Membuat link mengikuti warna induknya (tetap putih).
text-decoration: none: Menghilangkan garis bawah pada link.
width: 500px: Membatasi lebar area gambar tiket.
text-align: right: Memastikan gambar tiket benar-benar mepet ke sisi kanan area.
height: 200px: Mengatur tinggi gambar tiket agar seragam.
text-align: center: Membuat teks hak cipta berada di tengah bawah.
color: yellow: Memberikan warna kuning pada teks footer.
padding: 30px 0: Memberi ruang lega di bagian bawah website.